Mengintip Peluang Bisnis Dalam Keberagaman Utilitas Tumbuhan Pakan Tropik

Sebagai wujud komitmen dalam pengembangan hjauan pakan maka  aspek kelembagaan harus memiliki kapasitas untuk perjuangan dan memelihara eksistensi tumbuhan pakan. Kegiatan tersebut diimplementasikan dalam bentuk Kongres I Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI).

Jumlah peserta seminar dan kongres kurang lebih 100 orang dengan 45 orang pemakalah utama dengan makalah sebanyak 50 buah  makalah. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) dan loka penelitian dari berbagai wilayah di Indonesia yaitu dari Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, dan Bali.

Seminar rencananya diselenggarakan di Lantai 3 gedung Pasca Universitas Udayana, tetapi pada saat bersamaan gedung tidak dapat dipergunakan sehingga tempat seminar dipindahkan ke Lantai 2 ruang pertemuan Plaza Udayana (Hardy’s Sesetan). Ada dua pembicara utama (keynote speaker) yaitu Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr (Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor) dan Ida Pandita Mpu Jaya Dangka Ramana Putra (Prof. Ir. I K. Rika) dari Pinisepuh Fapet Unud.

Selain makalah dari 2 pembicara utama, ada 48 makalah lagi yang dipresentasikan baik secara oral maupun poster. Presentasi oral dibagi ke dalam tiga kelompok dan tiap kelompok dibagi dalam 2 sesi. Kelompok I dan II terdiri dari masing-masing 12 makalah,dan kelompok III terdiri dari 13 makalah. Seminar berlangsung dari pagi dan sore hari, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan Kongres I HITPI pada tanggal 18 September 2012.

HASIL SEMINAR NASIONAL

Dalam rangkaian memperingati Dies Emas Universitas Udayana dan hari ulang tahun ke-50 Fakultas Peternakan Universitas Udayana telah diselenggarakan sebuah seminar nasional dengan tema: Mengintip Peluang Bisnis dan Utilitas Tumbuhan Pakan Tropik. Seminar diselenggarakan oleh Fakultas Peternakan Universtas Udayana pada tanggal 17 September 2012 di Ruang Pertemuan Plaza Udayana Fapet Unud, Jl. Raya Sesetan No. 122 Denpasar. Seminar nasional yang dibuka oleh Prof. Dr. Drs. I  Made Suastra (PR III) mewakili Rektor Universitas Udayana.Seminar nasional ini sangat istimewa karena pada Dies Nataliske-50 Universitas Udayana, HUT Fakultas PeternakanUniversitas Udayana ke-50, mengetengahkan makalah yang dibahas sebanyak 50 makalah juga.

Seminar nasional kali ini selain istimewa juga bersejarah karena pelaksanaan seminar dirangkaikan dengan Kongres I HITPI. Seminar Nasional dihadiri 100 peserta dari berbagai institusi di seluruh Indonesia antara lain dari: Loka Penelitian Kambing Potong Sei Putih Sumatera Utara, Universitas Hasanudin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Jambi, STIP Kutai Timur, Universitas Gajah Mada, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Warmadewa, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Islam Malang, Universitas Negeri Papua, BPTP Bali, Universitas Dwijendra, BPTP Medan, Institut Pertanian Bogor, Bappeda dan Dinas Peternakan Provinsi dan Kabupaten di Bali, serta tuan rumah Universitas Udayana. Pemakalah kunci yang dihadirkan dalam seminar ini adalah Dekan Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor (Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr) dengan makalah Meracik Peluang Bisnis Tumbuhan Pakan: Inovasi komuditas tumbuhan pakan, dan Ida Pandita Mpu Jaya Dangka Ramana Putra (Prof. Ir. I K. Rika) dari Pinisepuh Fakultas Peternakan Universitas Udayana dengan makalah Kebijakan dan Strategi Pengembangan Tanaman Pakan di Provinsi Bali.

Terkait peluang bisnis pakan tropik, Dr. Ir. Luki Abdullah, M.Sc. Agr menyatakan bahwa tanaman dan hijauan pakan memiliki multifungsi selain sebagai sumber nutrisi yang khas dari hijauan juga merupakan komponen ekosistem yang dapat menjaga kelestarian lingkungan, keindahan lansekap dan fungsi kesehatan dan kosmetika bagi ternak dan manusia. Pengetahuan manusia tentang manfaat tanaman dan hijauan pakan telah mengubah komoditi menjadi lebih bernilai secara ekonomis dan memasuki pasar. Sebagai komoditi yang perlu diproduksi dan dikembangkan, tanaman dan hijauan pakan memerlukan dukungan industri benihnya dan inovasi yang dapat meningkatkan nilai tambah. Penelitian dan pengembangan dalam upaya mendapatkan informasi yang berhubungan dengan teknologi produksi, inovasi pengembangan komoditas agar bernilai tambah, penggunaan produk secara efisien dan penguasaan informasi pasar perlu didukung untuk memperkuat posisi kedua komoditi ini dalam bisnis. Lebih jauh dinyatakan bahwa prospek bisnis tanaman dan hijauan pakan masih sangat terbuka, karena beberapa kelebihan yang dimilikinya, antara lain  sebagai sumber nutrisi, sebagai sumber obat herbal, memiliki kemampuan dalam menjaga kestabilan lingkungan, membentuk komponen lansekap yang indah (estetika). Pengetahuan yang dapat meningkatkan nilai fungsi hijauan pakan dipercaya akan meningkatkan akses komoditi ini dalam dunia bisnis. Riset dan pengembangan dalam komoditi tanaman dan hijauan pakan perlu dilakukan dalam upaya mempercepat transformasi bisnis komoditi ini.

Ida Pandita Mpu Jaya Dangka Ramana Putra memaparkan eksistensi tumbuhan pakan dalam sentuhan kearifan lokal dan perkembangan tumbuhan pakan introduksi yang menekankan pada pentingnya pemeliharaan dan jalinan hubungan batiniah dengan semua mahluk hidup di dunia termasuk tumbuhan pakan. Pandita Mpu menekankan pada pentingnya semua pemangku kepentingan untuk selalu berorientasi dan mengimplementasikan filosofis seperti Tri Hita Karana (hubungan harmonis manusia dengan Tuhan, hubungan harmonis manusia dengan manusia, hubungan harmonis manusia dengan lingkungan), Tatwam Asi (Aku adalah kamu), dan Wasudewa Ketumbakan (semua yang berjiwa adalah bersaudara).

Seminar nasional dipandu oleh Prof. Dr. Ir. I Wayan Suarna, MS. menyimpulkan bahwa kedepan sangat diperlukan upaya untuk:

  1. meningkatkan kapasitas petani peternak yang mengusahakan tumbuhan pakan untuk dapat menghasilkan biji dan benih yang baik dan bersertifikasi serta mampu memproduksi hijauan dengan kuantitas dan kualitas yang baik,
  2. menciptakan/meramu model bisnis tumbuhan pakan di tataran petani untuk melindungi dan meningkatkan kesejahteraan petani pengusaha tumbuhan pakan,
  3. meningkatkan kapasitas periset untuk melakukan kajian tentang persistensi dan keberagaman utilitas tumbuhan pakan tropik, dan
  4. tumbuhan pakan adalah sumber hijauan pakan yang memiliki peran penting dalam memelihara keragaman hayati, kestabilan lingkungan dan menciptakan kondisi lansekap yang indah, terutama pada hamparan padang rumput alami.

Keberagaman utilitas tumbuhan pakan telah diurai oleh kedua pemakalah utama dalam seminar nasional ini.

Selain dua pembicara utama, ada 48 makalah dan 44 orang pemakalah utama yang berasal dari berbagai institusi di seluruh Indonesia yang dipresentasikan baik secara oral maupun poster. Presentasi oral dibagi ke dalam tiga kelompok dan tiap kelompok dibagi dalam 2 sesi. Kelompok I dan II terdiri dari masing-masing 12 makalah, dan kelompok III terdiri dari 13 makalah, sedangkan presentasi poster terdiri dari 12 makalah. Sesi pertama dimulai pukul 11.30-13.00 Wita, selanjutnya sesi kedua dimulai pukul 14.00-15.30 Wita. Setiap perserta mendapat alokasi waktu untuk presentasi selama 5 menit dan 10 menit sisanya untuk sesi tanya jawab. Masing-masing kelompok dipandu oleh seorang moderator dan dibantu seorang mahasiswa dalam pelaksanaan presentasi.