Seminar Nasional X HITPI Online

Himpunan Ilmuwan Tumbuhan Pakan Indonesia (HITPI) baru saja menyelenggarakan Seminar Nasional ke-10 HITPI pada Kamis, 4 November 2021, dengan mengangkat tema “Strategi Pengembangan dan Peran Hijauan Pakan Fungsional dalam Peningkatan Produksi Ternak Indonesia di Masa Hiperendemi”. Seminar Nasional ke-10 HITPI yang dikomandoi oleh (Dr.cand) Diana Sawen, S.Pt., M. Si. merupakan Seminar Nasional Tahunan HITPI yang paling ramai karena diikuti oleh sekitar 385 orang peserta dari berbagai kalangan dan jumlah makalah yang masuk untuk dipresentasikan dalam seminar parallel sebanyak 54 makalah dari 24 institusi. Hal ini dikarenakan tema seminar nasional kali ini sangat menarik dan cukup mengusik rasa ingin tahu masyarakat luas. Bagaimana tidak menarik? Hijauan Pakan Ternak selalu menjadi topik pembicaraan dan diskusi yang sangat menarik. Mengapa demikian? Hijauan pakan ternak itu mempunyai banyak fungsi seperti sebagai pakan sumber energi, sumber protein dan mineral untuk pemenuhan nutrisi bagi ternak dan juga dapat berfungsi sebagai estetik. Peran lainnya dari hijauan pakan yang tidak kalah penting adalah hijauan dapat berperan sebagai pakan fungsional. Pakan fungsional yaitu bahan pakan (micro ingredients yang terkandung dalam bahan pakan) yang mempunyai fungsi spesifik, sehingga dapat memberikan solusi untuk mengatasi problem pada ternak misalnya memberikan manfaat kesehatan (pharmaceutical effect) dan manfaat terhadap lingkungan, selain fungsinya sebagai sumber pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk ternak. Dengan demikian, perannya cukup penting bagi peningkatan produksi ternak dan juga diharapkan dapat berdampak bagi konsumen yang mengonsumsi produk ternak tersebut, terutama di masa hiperendemi. SEMNAS ke-10 HITPI dibuka oleh Ketua Umum HITPI Ir. Nafiatul Umami, S. Pt., M. Sc. Ph. D. IPM. ASEAN. Eng. Pada seminar kali ini yang menjadi keynote speaker adalah Direktur Pakan Direktorat Pakan dan Kesehatan Hewan RI drh. Agus Sunanto, M. P. dengan judul Strategi Pengembangan dan Peran Hijauan Pakan Fungsional dalam

Peningkatan Produksi Ternak. Direktur Pakan memaparkan bahwa dalam mengantisipasi isu pakan seperti feed security sehubungan dengan ketersediaan hijauan berkualitas, baik karena musim maupun system yang ada, keterbatasan lahan dan feed safety sehubungan dengan keamanan penggunaan pakan, yang mana sekaligus menjadi kunci sukses beternak, telah dilakukan beberapa langkah/strategi, yaitu: 1) pengembangan hijauan pakan ternak (pemanfaatan bahan pakan lokal, pelepasan varietas hijauan pakan baru -gerbang patas, pemanfaatan lahan dengan sistem integrasi – agroforestry secara umum), 2)pengembangan pakan olahan (pengembangan bank pakan awetan dari hijauan dan limbah pertanian), 3)pengembangan mutu dan keamanan pakan (regulasi pakan dan pengembangan laboratorium pengujian mutu pakan) Pembicara undangan yang juga mempresentasikan pemaparannya dalam SEMNAS ke -10 HITPI adalah Dr. rer. nat. Nur Rochmah Kumalasari, S.Pt., M.Si dari IPB, (Assistant Professor) Kannika Umpuch, M.Sc., Ph.D. dari Thailand dan Prof. Dr. Ir. Kustantinah, DEA., IPU dari UGM. Bottom line dari pemaparan ketiga pembicara undangan ini adalah pentingnya identifikasi wilayah dan eksplorasi keragaman spesies tumbuhan pakan di berbagai landscape (bentangan) dan kemudian skrining potensinya sebagai hijauan pakan (palatabilitas, toksin dan anti nutrisi) sekaligus potensinya sebagai pakan fungsional nantinya dapat menjadi bank data hijauan. Selanjutnya dari hasil penelitian dan hasil skrining beberapa hijauan tropik yang tidak biasa, contohnya beringin, daun nangka, daun mimba dan beberapa lainnya dapat diberikan ke ternak dan dapat berperan sebagai antiparasitik, bioanthelmitika (anti cacing), dan protein protector yang dapat diamati secara in vitro maupun in vivo. Namun, sebelum penggunaannya kita harus tahu kandungan nutrisi dan kecernaannya. Yang tidak kalah menarik adalah hijauan pakan juga berperan sebagai sumber protein dan pakan fungsional yang dapat menyehatkan ternak dan berdampak menghasilkan produk ternak (susu) berkualitas (misalnya kandungan protein dan CLA-conjugated linoleic acid) yang tinggi. Menurut beberapa peneliti, bahan pangan yang tinggi CLA ini menunjukkan efikasi dalam melawan kanker dan obesitas. “Let Your Food be Your Medicine”, tidak hanya berlaku untuk manusia. Dengan pemberian hijauan pakan fungsional ini juga akan bisa menjadi “animal feed can be animal medicine”. Memberi ternak pakan dengan mengintegrasikan pakan fungsional ke dalam ransumnya akan sekaligus menjadi “obat” yang berdampak pada kesehatan ternak , dan di sisi lain juga dapat menghasilkan produk ternak berkualitas tinggi. Seminar Nasional ke-10 HITPI belum usai sampai disini.

Kejutan diberikan oleh panitia SEMNAS kepada para pendiri HITPI dengan ucapan selamat ulang tahun dari seluruh HITPIERS di seluruh wilayah Indonesia (Sumatera, Jawa Barat dan Tangerang Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi dan Papua) untuk HITPI yang besok pagi tepat berusia 11 tahun. Teristimewa, ucapan selamat ulang tahun untuk HITPI juga datang dari Direktur Pakan drh. Agus Sunanto, M. P. dan jajaran Direktorat Pakan dan Kesehatan Hewan yang secara khusus membuat video ucapan selamat ulang tahun. Banyak doa yang dipanjatkan untuk kemajuan dan kejayaan HITPI di masa datang. Semoga HITPI menjadi asosiasi yang tangguh dan bermanfaat untuk seluruh kalangan masyarakat dan berkontribusi bagi pembangunan peternakan Indonesia untuk lebih maju lagi dan mencapai kemadirian pakan untuk mewujudkan swasembada daging Indonesia. Dalam kesempatan ini juga Prof. Dr. Ir. Luki Abdullah, M. Sc. Agr., IPU dan Prof. Dr. Ir. I Wayan Suarna, M.S. dalam sambutannya sangat amazed dengan keterlibatan generasi muda yang terlibat pada seminar ini, mulai dari tim panitia sampai dengan pemakalah. Beliau yakin ke depannya akan semakin banyak generasi muda yang memiliki ketertarikan yang kuat di hijauan pakan, begitu juga subsektor ini akan semakin dilirik oleh regulator/pemerintah. Setelah istirahat siang, sesi seminar dilanjutkan dengan sesi seminar parallel dengan pemaparan dari makalah-makalah yang masuk.

Seminar di setiap room berlangsung dengan hangat dan bersemangat diskusinya. Dalam sesi seminar parallel ini dipilih juga presenter terbaik dari kalangan mahasiswa dan non mahasiswa. Keseluruhan rangkaian acara seminar berjalan dengan lancar dan sukses. Acara seminar kemudian ditutup oleh Sekretaris Umum HITPI Dr. Ir. Mansyur, S.Pt., M.Si. IPM, yang sekaligus memberitahukan tentang penyelenggaraan Seminar Nasional HITPI tahun 2022. Kordinator penyelenggaraan SEMNAS HITPI tahun 2022 adalah wilayah Jawa Tengah, tepatnya akan diselenggarakan di Semarang. Berharap memasuki hiperendemi herd immunity telah terbentuk, SEMNAS HITPI di tahun 2022 dapat diselenggarakan secara luring. Para HITPIERS dapat bertemu secara langsung berbagi informasi, keceriaan dan kebahagiaan dalam SEMNAS HITPI 2022. Sampai jumpa di SEMNAS HITPI 2022 HITPIERS……

Video seminar dapat diakses melalui https://youtu.be/YDL6LEKH5D8 

Oleh: Rahmi Dianita